Showing posts with label SMA. Show all posts
Showing posts with label SMA. Show all posts

Contoh Soal PAS Fisika Kurikulum Merdeka Kelas X

 SOAL PAS FISIKA

SEMESTER GASAL KELAS X SMA/MA KUMER


Embed PDF

Contoh Soal PAS Semester Gasal Kelas X

Contoh Soal PAS Semester Gasal Kelas XII SMA/MA

 SOAL PAS FISIKA

SEMESTER GASAL KELAS XII SMA/MA


Embed PDF

Contoh Soal PAS Semester Gasal Kelas XII

Contoh Soal PAS Semester Gasa Kelas XI SMA/MA

 SOAL PAS FISIKA

SEMESTER GASAL KELAS XI SMA/MA


Embed PDF

Contoh Soal PAS Semester Gasal Kelas XI

Contoh Soal Fisika PAS Semester Gasal Kelas X SMA/MA

 SOAL PAS FISIKA

SEMESTER GASAL KELAS X SMA/MA


Embed PDF

Contoh Soal PAS Semester Gasal

Contoh Soal Listrik arus Searah Kelas XII SMA/MA

 

1.      Pada suatu pengantar mengalir arus listrik 2 A. Besar muatan listrik yang dipindahkan selama 2 menit pada pengantar tersebut adalah ... Coulomb

A.    30

B.     60

C.     120

D.    240

E.     480

Jawab: C

2.      Pengukuran arus dan tegangan listrik yang mengalir di sebuah hambatan diperlihatkan pada gambar berikut..

Nilai hambatan tersebut sebesar…

A. 1,2 ohm      D. 4,0 ohm

B. 2,5 ohm      E. 7,2 ohm

C. 3,6 ohm

Jawab: D

3.      Perhatikan gambar di atas, pada titik P dari sebuah rangkaian listrik ada 4 cabang, 2 cabang masuk dan 2 cabang keluar. Jika diketahui besarnya I1 = 12 A, I2 = 3 A, dan I3 = 7 A, tentukan berapa besar nilai dari I4?

A. 4 A

B. 5 A

C. 6 A

D. 7 A

E. 8 A

Jawab : E 

4.      Perhatikan gambar di samping ! Kuat arus yang mengalir pada rangkaian tersebut adalah...

A. 0,25 A

B. 0,5 A

C. 1 A

D. 1,25 A

E. 1,5 A

Jawab : A 

5.      Perhatikan gambar di samping ! Beda potensial listrik pada hambatan 5 ohm adalah...

A. 1 Volt

B. 5 Volt

C. 10 Volt

D. 15 Volt

E. 20 Volt

Jawab: A 

6.      Untuk mengetahui nilai hambatan (R) suatu kawat kumparan digunakan rangkaian seperti gambar.

 A. 4,0 Ω

B. 6,5 Ω
C. 8,0 Ω
D. 9,5 Ω
E. 12,0 Ω

Jawab : A 

7.      Perhatikan gambar berikut!

 

Kuat arus listrik yang mengalir pada rangkaian sebesar....

A. 300 mA      D. 100 mA

B. 200 mA      E. 50 mA

C. 150 mA

Jawab: D 

Materi Angka Penting Kelas X SMA/MA

 Angka dapat diperoleh dari mengukur dan membilang. Untuk mengetahui luas tanah perkebunan misalnya, maka harus dilakukan pengukuran. Sedangkan untuk mengetahui jumlah pohon yang tertanam di kebun maka diperoleh dengan cara membilang. Angka yang diperoleh dari hasil megukur disebut angka penting (berarti). Sedangkan angka hasil membilang disebut angka eksak (pasti).

Angka dapat diperoleh dari mengukur dan membilang. Untuk mengetahui luas tanah perkebunan misalnya, maka harus dilakukan pengukuran. Sedangkan untuk mengetahui jumlah pohon yang tertanam di kebun maka diperoleh dengan cara membilang. Angka yang diperoleh dari hasil megukur disebut angka penting (berarti). Sedangkan angka hasil membilang disebut angka eksak (pasti).

Angka penting terdiri dari angka pasti dan angka yang diragukan (angka taksiran). Angka taksiran pada angka penting (angka hasil pengukuran) terletak digit terakhir. Misalkan hasil pengukuran tebal buku menggunakan jangka sorong adalah 1,25 cm. Angka 1 dan 2 adalah angka pasti, sedangkan angka 5 adalah taksiran.

a. Aturan penentuan jumlah digit pada angka hasil pengukuran (angka penting)

1. Semua angka bukan nol adalah angka penting.

Contoh:

• 245, 5 memiliki 4 (empat) angka penting.

2. Angka nol yang digunakan hanya untuk tempat titik desimal (angka nol di sebelah kiri angka bukan nol) bukanlah angka penting

Contoh:

• 0, 0000012 hanya memiliki 2 (dua) angka penting.

Enam angka 0 yang berada di kiri angka 12 tidaklah penting karena angka taksiran tidak mungkin berada di digit awal, melainkan selalu berada di digit bagian akhir.

(Catatan: Angka 0,0000012 dapat dituliskan dalam notasi ilmiah sebagai 1,2 × 10-6. Jumlah angka dalam mantisanya ada 2, ini menunjukkan untuk menentukan jumlah angka penting dari angka yang dituliskan dalam notasi ilmiah cukup dilihat mantisanya).

3. Angka nol dibelakang angka bukan nol dalam desimal merupakan angka penting.

Contoh:

• 2,0 memiliki dua angka penting

• 2,0300 memiliki lima angka penting

4. Angka nol di sebelah kanan angka bukan nol tetapi tanpa tanda desimal bukanlah angka penting, kecuali ada tanda khusus, misal garis bawah

Contoh:

• 34000 hanya memiliki dua angka penting

• 34000 memiliki tiga angka penting

• 34000 memiliki empat angka penting

5. Angka nol di antara angka bukan nol adalah angka penting.

Contoh:

• 560, 2 memiliki empat angka penting.

b. Aturan perhitungan angka penting

1. Penjumlahan dan pengurangan

Penulisan hasil penjumlahan atau pengurangan angkanya hanya boleh memiliki 1 angka taksiran.

Contoh soal:

Seseorang mengukur panjang 3 buah batang kayu. Masing-masing memiliki panjang 3,219 cm, 15,5 cm, dan 8,43 cm. Jika ketiga batang tersebut disambung, berapakah panjangnya?

Pembahasan:

Untuk menghitung panjang sambungan batang dapat dilakukan dengan menjumlahkan panjang ketiga batang tersebut.

3,219 ➔ 9 adalah angka taksiran

15,5 ➔ 5 adalah angka taksiran

8,43 ➔3 adalah angka taksiran

------------- +

27,149 (memiliki 3 angka taksiran yaitu angka 1, 4, dan 9).

Karena hasil akhir harus memiliki 1 angka taksisan, maka dituliskan menjadi 27,1 cm

2. Perkalian dan Pembagian

Penulisan hasil perkalian atau pembagian jumlah angka pentingnya sama dengan jumlah angka penting yang paling sedikit dari bilangan-bilangan yang dioperasikan.

Contoh soal:

Seseorang melakukan pengukuran luas benda kecil berbentuk persegi panjang. Didapatkan data panjangnya 2,2 cm dan lebarnya 0,6283 cm. Berapakah luas benda tersebut?

Pembahasan:

Untuk menentukan luas benda tersebut, dapat menggunakan rumus panjang dikalikan lebar.

0,6283 ➔ memiliki 4 angka penting

2,2 ➔ memiliki 2 angka penting

---------- x

1,8226

Karena hasil akhirnya harus memiliki 2 angka penting, maka ditulis menjadi 1,8 cm2

3. Pangkat dan Akar

Penulisan hasilnya harus memiliki jumlah angka penting yang sama dengan jumlah angka penting yang dioperasikan.

Contoh:

√2,25=1,5 hasilnya ditulis menjadi 1,50

(2,5)^2=6,25 hasilnya ditulis menjadi 6,2 (Perhatikan aturan pembulatan angka 5)


Contoh Soal Elastisitas Kelas XI SMA/MA pakyudfisika

 

1.         Sebuah beban massa 4,9 kg digantungkan pada kawat yang panjangnya 5,0 m dan luasnya 7. 10-7 m2 hingga menghasilkan pertambahan panjang 35 cm. Jika percepatan gravitasi 10 m/s2, maka modulus elastisitas kawat adalah ....

A. 107 N.m-2                             

B. 108 N.m-2                             

C. 109 N.m-2

D. 1010 N.m-2

E. 1011 N.m-2

Jawab: C

2.         Tiga pegas identik dengan konstanta pegas 300 N/m disusun seperti pada gambar dan diberi beban B = 200 gram, (g = 10 m/s2). Pertambahan panjang susunan pegas tersebut adalah....

A. 0,01 m                                  

B. 0,02 m                                  

C. 0,04 m

D. 0,05 m

E. 0,08 m

Jawab:A

3.         Di bawah ini adalah grafik hubungan gaya (DF) dengan pertambahan panjang dari suatu benda elastis



4.      

Dari grafik dapat disimpulkan ....

A. P adalah titik patah

B. Q adalah batas daerah elastis

C. S daerah deformasi plastik

D. T daerah deformasi plastis

E. U daerah deformasi elastis

Jawab T

5.         Grafik di bawah menyatakan hubungan antara gaya (F) terhadap pertambahan panjang (DL) dari tiga buah pegas P, Q, dan R.


 

 

 

 

 

 

 

Berdasarkan grafik tersebut, pernyataan yang benar adalah....

A.      pegas P memiliki konstanta pegas paling besar

B.      pegas Q memiliki konstanta pegas paling kecil

C.       pegas R memiliki konstanta pegas paling besar

D.      pegas P, Q, dan R memiliki konstanta sama besar

E.    pegas Q memiliki konstanta pegas lebih kecil daripada pegas R

Jawab: A

6.         Pada percobaan pegas, beban yang massanya berbeda-beda digantung pada ujung pegas kemudian diukur pertambahan panjang pegas. Data hasil percobaan tampak sebagai berikut:

 

No

Massa Beban

(gram)

Pertambahan Panjang

(cm)

1

100

2

2

200

4

3

300

6

4

400

8

5

500

10

 

Dari tabel di atas dapat disimpulkan bahwa ...

A.    semakin besar beban, semakin kecil pertambahan panjang

B.    semakin besar gaya, semakin besar pertambahan panjang

C.    semakin besar gaya, semakin kecil pertambahan panjang

D.   konstanta pegas berbanding lurus dengan pertambahan panjang

E.    konstanta pegas berbanding terbalik dengan gaya

Jawab : B

7.         Tali busur sebuah panah terentang sejauh 30 cm karena ditarik oleh gaya 30 N untuk melontarkan anak panah bermassa 10 gram. Seluruh energi potensial pada tali busur berubah menjadi energi kinetik anak panah, maka kecepatan anak panah sesaat setelah lepas dari tali busur adalah ....

A. 80 m.s-1                                                

B. 60 m.s-1                                                

C. 40 m.s-1

D. 30 m.s-1

E.    3 m.s-1

Jawab : D

Materi Ketidakpastian Mutlak dan Operasi Hitung Ketidakpastian Mutlak Kelas X SMA/MA

 Ketidakpastian Pengukuran A. Ketidakpastian Pengukuran Pengamatan Besaran Fisika biasanya diperoleh dari pengukuran Alat ukur yang dianalis...