Materi Besaran dan Satuan SMA/MA Kelas X

  Fisika merupakan cabang sains yang mempelajari materi dan energi. Gejala alam seperti gerak, fluida, kalor, gelombang, bunyi, cahaya, listrik dan magnet dikaji dalam fisika. Mempelajari alam diawali dengan mengamati alam. Pengamatan yang dimaksud dalam fisika adalah pengamatan yang menghasilkan data kuantitatif (berupa angka-angka). Data kuantitatif diperoleh dari pengukuran.

1. Besaran, Dimensi, dan Sistem Satuan

a. Besaran Pokok

Misalkan seseorang berkata,”Rumahku berjarak 3 kilometer dari sini”. Dari kalimat tersebut dalam fisika ada 3 hal yang penting. Kata “jarak” menunjukkan besaran yang diukur, “3” menunjukkan besarnya (nilai) pengukuran dan “kilometer” menunjukkan satuan pengukuran. Besaran adalah sifat-sifat atau keadaan pada benda yang dapat diukur dan dinyatakan dalam angka-angka. Secara umum besaran dibedakan menjadi besaran pokok dan besaran turunan. Besaran pokok adalah besaran yang dimensi dan satuannya didefinisikan atau ditetapkan melalui perjanjian internasional. Perjanjian ini disepakati dalam forum Conference Generale des Poids et Measures (Konferensi Umum Timbangan dan Ukuran) yang biasa dilaksanakan tiap 6 tahun sekali. Tujuh besaran pokok beserta satuannya dapat dilihat pada Tabel 1.1.

Tabel 1.1 Besaran Pokok

Satuan haruslah tetap, artinya tidak berubah-ubah terhadap perubahan waktu, tempat. atau keadaan lainnya. Berikut ini adalah penetapan satuan besaran pokok yang berlaku saat ini :

1. Satu meter adalah jarak yang ditempuh cahaya dalam ruang hampa selama1299792458 sekon (ditetapkan tahun 1983).

2. Satu kilogram adalah massa sebuah silinder logam yang terbuat dari Platina Iridium yang disimpan pada Lembaga Internasional tentang berat dan ukuran di Sevres, Perancis (ditetapkan tahun 1887).

3. Satu sekon adalah waktu yang diperlukan sebuah atom Cesium 133 untuk bergetar sebanyak 9 192 632 770 kali (ditetapkan tahun 1967).

4. Satu ampere adalah kuat arus pada dua penghantar sejajar yang berjarak 1 meter di hampa u-dara sehingga menimbulkan gaya sebesar 2x10^-7 newton setiap meter (ditetapkan tahun 1948).

5. Satu Kelvin adalah 1/273,16 kali suhu titik tripel air (ditetapkan tahun 1954).

6. Satu candela adalah intensitas cahaya suatu sumber yang memancarkan radiasi monokromatik pada frekuensi 540x10^12 Hertz dengan intensitas radiasi sebesar 1/683 watt per steradian dalam arah tersebut (ditetapkan tahun 1979).

7. Satu mol adalah jumlah atom karbon dalam 0,012 kg karbon-12 (C-12). Satu mol terdiri atas 6,025x10^23 buah partikel. Nilai ini disebut bilangan Avogadro (ditetapkan tahun 1971).

b. Besaran Turunan dan Dimensi

Besaran turunan adalah besaran yang satuan dan dimensinya diturunkan dari satuan dan dimensi besaran pokok. Dimensi besaran turunan menyatakan bagaimana besaran turunan itu diturunkan atau disusun dari besaran pokok.

Contoh:

2. Satuan Sistem Internasional (SI) dan Notasi Ilmiah
a. Sasuan SI
Sistem satuan yang digunakan dalam fisika adalah sistem MKS atau Sistem Internasional (SI). Satuan-satuan seperti : inchi, kaki, yard, pound, libus, mil, depa, hasta dan lain-lain tidak digunakan, walaupun dalam teknik atau kehidupan sehari-hari masih dijumpai. Berikut ini adalah tabel konversi satuan-satuan bukan SI.
Tabel 1.2 Konversi Satuan bukan SI
Dalam sistem satuan selain MKS dikenal pula sistem cgs (centimeter gram sekon).Misalnya : satuan gaya untuk MKS adalah kg ms-2 (atau biasa disingkat newton) dan dalam cgs adalah gr cm s-2 (atau disingkat dyne). Berikut ini adalah konversi satuan-satuan yang sering dipakai dalam fisika.
➢ 1 dyne = 10^-5 newton
➢ 1 erg = 10^-7 joule
➢ 1 kalori = 0,24 joule
➢ 1 kWh = 3,6 x 10^6 joule
➢ 1 liter = 10^-3 m3 = 1 dm3
➢ 1 ml = 1 cm^3 = 1 cc
➢ 1 atm = 1,013 x 10^5 pascal
➢ 1 gauss = 10^-4 tesla
Keunggulan sistem SI di antaranya adalah tersedianya awalan-awalan tertentu (seperti : senti, kilo, mili, mikro, mega dan lain-lain) untuk menyatakan hasil pengukuran yang sangat besar atau sangat kecil. Contoh : 10.000 meter atau 104 m cukup ditulis 10 km, 5/1000000 farad atau 5.10^–6 farad cukup ditulis 5 μf. Tabel 1.3 menyatakan awalan-awalan dalam SI.
Tabel 1.3
Awalan-awalan dalam SI


b. Notasi Ilmiah
Penulisan sepuluh berpangkat pada contoh di atas disebut notasi ilmiah atau penulisan baku atau notasi pangkat 10. Format penulisannya adalah a x 10^n, dengan ketentuan 0< a <10 dan n bilangan bulat, a disebut mantisa sedangkan 10n disebut orde. Contohnya jarak bumi ke bulan 384.000.000 m ditulis 3,84 x 10^8 m, tidak boleh ditulis 38,4 x 10^7 m atau 0,384 x 10^9 m walaupun ketiga penulisan tersebut bernilai sama.
Contoh Soal:
1. Massa seekor nyamuk 0,00002 kg, tuliskan dalam notasi ilmiah!
Penyelesaian:
0,000021 kg ditulis 2,1 x 10^-5 kg.
2. Massa elektron adalah 910 x 10^-33 kg, nyatakan dalam notasi ilmiah yang benar!
Penyelesaian:
910 x 10^-33 kg ditulis 9,1 x 10^-31 kg. (catatan: Ketika mantisanya diubah menjadi lebih kecil maka ordenya diperbesar)



Materi Ketidakpastian Mutlak dan Operasi Hitung Ketidakpastian Mutlak Kelas X SMA/MA

 Ketidakpastian Pengukuran A. Ketidakpastian Pengukuran Pengamatan Besaran Fisika biasanya diperoleh dari pengukuran Alat ukur yang dianalis...